hey, kalian berlima yang disana, aku mau cerita.
ada sebuah kisah, terjadi 2 tahun lalu, tentang 6 orang yang satu kelas, dari yang biasa saja, lalu menjadi dekat. mereka bahkan menjadi sahabat, sudah hampir 2 tahun satu bulan lamanya, sampai skarang ini. mereka itu aulia, nurul, anggita, rahmi dan azzahra, dan, tentu, aku sendiri.
dahulu, mereka tak terpisahkan, dimana ada salah satu, pasti yang lain disekeliling. dahulu, mereka bisa dengan bebas tertawa terbahak bahak, dahulu, mereka selalu bersama
sekarang mereka terpisah oleh jarak dan perbedaan waktu satu jam. mereka sudah besar loh sekarang, sudah sma. ada yang ambil kimia, ada yang ambil musik, ada yang ambil keperawatan, ada juga yang sekolah di beberapa sekolah beken di depok dan jakarta. ada yang di depok, pasar minggu, ada yang di bogor, cibubur, bahkan sampai ke negeri singa. sekarang, butuh waktu kurang dari setahun lamanya bagiu mereka untuk bertemu, dan sekarang, sejujurnya selama ini, aku kangen berat sama mereka. aku harap, mereka ada di deket aku kayak dulu, 2 tahun lalu. tapi, sekarang mereka terus ada, ngedampingi aku dari jauh, selalu ada dalam fikiran dan hati kita masing masing.
hay kalian berlima, aku sayang kalian.
aku cinta mumunlagnat
Wednesday, May 1, 2013
Thursday, March 21, 2013
Perahu kertas
Dear Neptunus, aku mencintainya
Di depannya aku menjadi diriku sendiri
Seperti airmu yang selalu membawa semua pesanku
Diapun begitu, membuatku hanyut oleh sorot matanya
Membuatku lupa oleh kesederhanaan suaranya
Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya
Bahkan untuk sekedar bilang,
rindu atau butuh
Banyak yang nggak ngerti,
lalu terluka, dan saling menyalahkan
Karena itu aku takut berbicara tentang hati
Maka aku tuliskan saja, lalu aku simpan,
dan mungkin aku kirimkan ke…. entah kemana.
Di depannya aku menjadi diriku sendiri
Seperti airmu yang selalu membawa semua pesanku
Diapun begitu, membuatku hanyut oleh sorot matanya
Membuatku lupa oleh kesederhanaan suaranya
Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya
Bahkan untuk sekedar bilang,
rindu atau butuh
Banyak yang nggak ngerti,
lalu terluka, dan saling menyalahkan
Karena itu aku takut berbicara tentang hati
Maka aku tuliskan saja, lalu aku simpan,
dan mungkin aku kirimkan ke…. entah kemana.
Wednesday, January 23, 2013
Renungan
baru baru ini gue sering mikir, apa bisa kita mengubah suatu kebiasaan yang sudah terjadi terus menerus?
apa bisa kita melaksanakan apa yang kita mau, yang bertentangan dengan apa yang telah ada?
apa bisa, kita berjanji tidak akan berbuat seperti yang diperbuat orang orang terdahulu yang tidak baik?
karena banyak orang umbar janji. banyak yang terlampau yakin.
karena saat orang sudah terlampau percaya diri, mereka akan melakukan tidak sesuai dengan yang mereka niatkan pada awalnya
apa bisa kita melaksanakan apa yang kita mau, yang bertentangan dengan apa yang telah ada?
apa bisa, kita berjanji tidak akan berbuat seperti yang diperbuat orang orang terdahulu yang tidak baik?
karena banyak orang umbar janji. banyak yang terlampau yakin.
karena saat orang sudah terlampau percaya diri, mereka akan melakukan tidak sesuai dengan yang mereka niatkan pada awalnya
Monday, January 7, 2013
Rasa
ada sebuah kejadian salah paham yang ngajarin gue beberapa hal yang cukup sulit untuk dimengerti untuk saat itu, tetapi baru aja gue sadari. ada beberapa hal, misalnya: apa yang kita maksud untuk bicarakan, belum tentu ditangkap sesuai dengan maksud kita oleh orang lain. hal itu gue dapatkan beberapa waktu lalu. ada suatu kejadian yang membuat gue marah. suatu kejadian yang dimaksudkan untuk candaan tapi menyinggung perasaan beberapa orang yang gak ngerti maksudnya apa, salah satunya gue. gue tau dia orangnya seperti apa dan gak mungkin dia bermaksud untuk berkata seperti itu. tetapi gue terlalu menganggap serius apa yang mereka omongkan.
dari kejadian ini, menurut gue, kita berdua sama sama salah. mereka salah karena gak memikirkan apa yang akan ditangkap oleh orang lain ketika membacanya. tapi gue lebih salah karena langsung men-judge mereka karena itu. saat itu gue sempet mikir, "ah gamungkin ah dia kayak gitu" tapi gue terlalu naif untuk bisa mendam perasaan terhina yang gue rasain secara tidak langsung.
dari kejadian itu, gue merasa dijauhi oleh mereka dan gue tau itu hal wajar. tapi cara mereka yang gak gentle lah yang buat gue marah sampai saat ini. jadi, gue mau minta maaf yang sebesar besarnya atas kejadian waktu itu, sebenernya gue juga gamau akhirnya seperti ini. aku harap kalian ngerti:-)
dari kejadian ini, menurut gue, kita berdua sama sama salah. mereka salah karena gak memikirkan apa yang akan ditangkap oleh orang lain ketika membacanya. tapi gue lebih salah karena langsung men-judge mereka karena itu. saat itu gue sempet mikir, "ah gamungkin ah dia kayak gitu" tapi gue terlalu naif untuk bisa mendam perasaan terhina yang gue rasain secara tidak langsung.
dari kejadian itu, gue merasa dijauhi oleh mereka dan gue tau itu hal wajar. tapi cara mereka yang gak gentle lah yang buat gue marah sampai saat ini. jadi, gue mau minta maaf yang sebesar besarnya atas kejadian waktu itu, sebenernya gue juga gamau akhirnya seperti ini. aku harap kalian ngerti:-)
"Wonderland": We'll bring you to place where magics and dreams do exist
Sudah terlalu terlambat, jujur, buat post tentang ini. tapi excitednya masih kerasa sampai sekarang hehee jadi ya....sorry deh late post sangat-_-v
"Wonderland" adalah sebuah pameran inovasi produk yang diselenggarakan oleh kami, warga X6 dalam rangka tugas akhir dari mata pelajaran Event Organizer pada tanggal 16 desember 2012 yang lalu. Tema Wonderland sediri kita ambil sesuai dengan hasil musyawara dengan warga sekelas. Alhamdulillah, perjuangan kami selama kurang lebih satu bulan, dengan H-seminggu kami bekerja dengan maksimal(sampai h-4 ada yang nginep di rumah theta. maaf banget ariza gak bisa bikut kalian nginep untuk memaksimalkan kerja gue yang.....gue merasa gabut :( maaf banget:( ) terbayar dengan suksesnya acara yang kami selenggarakan ini:-) baik pameran maupun penampilan kami di apresiasikan dengan sangat baik oleh pengunjung yang sebagian besar adalah orang tua murid dan teman teman semua. Saya disini ingin mengucapkan terimakasih atas dukungan dan partisipasinya dalam acara perdana kami sebagai seorang event organizer:-).
buat Xenam Ganas, I Love You guys<3
"Wonderland" adalah sebuah pameran inovasi produk yang diselenggarakan oleh kami, warga X6 dalam rangka tugas akhir dari mata pelajaran Event Organizer pada tanggal 16 desember 2012 yang lalu. Tema Wonderland sediri kita ambil sesuai dengan hasil musyawara dengan warga sekelas. Alhamdulillah, perjuangan kami selama kurang lebih satu bulan, dengan H-seminggu kami bekerja dengan maksimal(sampai h-4 ada yang nginep di rumah theta. maaf banget ariza gak bisa bikut kalian nginep untuk memaksimalkan kerja gue yang.....gue merasa gabut :( maaf banget:( ) terbayar dengan suksesnya acara yang kami selenggarakan ini:-) baik pameran maupun penampilan kami di apresiasikan dengan sangat baik oleh pengunjung yang sebagian besar adalah orang tua murid dan teman teman semua. Saya disini ingin mengucapkan terimakasih atas dukungan dan partisipasinya dalam acara perdana kami sebagai seorang event organizer:-).
buat Xenam Ganas, I Love You guys<3
| Dr. Fresh:-) |
| salah satu produk X.6 |
| produk inovasi kami:-) |
"bukalah semangat baru" |
| Xenam Ganas<3 |
Monday, December 24, 2012
Tambah umur
Tinggal beberapa jam lagi gue udah gak berumur 14 lagi. Tapi 15. Dalam waktu setahun, udah banyak terjadi perubahan yang cukup dominan dalam hidup gue. Pindah rumah, misalnya. Tahun lalu, 25 desember 2011, gue masih ngerayain ulang tahun gue yang ke 14 di rumah depok. Sekarang, 25 desember 2012, gue akan ngerayain ulang tahun yang ke 15 ini di rumah baru di wilayah pejaten. Gue juga bertambah dewasa, semoga. Menurut gue begitu. Gue udah bukan anak smp lagi, udah SMA, udah gede. Kalo kata orang, masa sma itu masa masa paling indah. Karena gue masih baru jadi anak SMA, gue jujur belum tau apa indahnya masa SMA. Yah, gue hanya berharap, SMA bakal lebih baik:-)
-Ariza Muthia, seorang anak sma.
Sent from BlackBerry® on 3
-Ariza Muthia, seorang anak sma.
Sent from BlackBerry® on 3
Saturday, November 17, 2012
Nostalgia.
baru aja gue liat satu post yang membangun banget dari blog temen gue, hana. kalian bisa liat postnya di sini . di salah satu postnya, dia bercerita tentang tumbuh, berkembang. cara dia nyeritain itu yang bijak, diselingin sama kejayusan khas hana yang buat gue suka banget sama post itu. dan gatau kenapa, gue terinspirasi buat sedikit nostalgia tentang kehidupan gue waktu kecil.
tiara waktu kecil itu, tepatnya waktu gue masih bayi, bisa dibilang gue dulu sangat cengeng. dan gue merasa kalau gue dulu itu tipe tipe anak yang nyebelin, soalnyaa gak ada suatu hal pun yang gak bisa buat gue nangis. postur gue waktu itu kecil dan kurus banget akibat dulu gue sempet kena penyakit flek paru paru dan emang pencernaan gue yang gak bagus.
beranjak waktu gue umur dua setengah tahun. gue mulai berkembang jadi anak kecil yang masih cengeng, tapi seenggaknya dulu gue udah gak secengeng sebelumnya. mungkin karena gue anak paling kecil, ngeliat kakak gue mulai masuk tk tuh dulu suatu hal yang baru buat gue. karena gue dirumah sendirian, akhirnya mama nyoba masukin gue ke playgroup. dan percobaan itu gagal total. gue cuti (bahasanya sok iye) dari playgroup 2 bulan lamanya. yah walau setelah 2 bulan gue mulai bosen dan akhirnya mau masuk pg(singkatan dari playgroup) itu lagi, dan udah gak bolos walau kadang nguring kalau mau ditinggal mama ke kantor:'). waktu itu, gue, seiring berjalannya waktu, mulai berkembang jadi anak kecil yang cerewet. dan gue itu imajinatif, terlalu pemikir. gue bisa jadi orang yang terlalu logis untuk usia gue, tapi terkadang imajinasi gue mencapai tahap yang melebihi orang seumur gue. waktu gue umur 3 tahun dan masuk TK, gue malah ngerasa aneh. gue keliatan kayak anak yang bahagia kalau dirumah. sementara, waktu di tk, gue sejujurnya benar benar merasa di bully. teman gue selalu merasa seperti bos, dan dia terkadang iri sama apa yang gue punya, bahkan sekedar baju seragam baru. gue inget, dulu pas gue baru beli seragam baru, gue dijauhin sama dia dan temen temen satu tk karena seragam itu. pulangnya gue nangis dan minta biar besok gue pakai seragam gue yang lama seberapapun bututnya seragam itu.
saat gue masuk sd, jujur gue belum bisa baca. nulis mungkin gue udah bisa walau masih berantakan, tapi seenggaknya gue bisa. tapi gatau juga gimana, dalam waktu 3 bulan gue udah bisa baca. dulu, waktu gue masuk sd, gue selalu dianggep anak kecil, dalam maksud positif. waktu gue masuk kelas 3 sd, gue mulai ngerasain abstraknya kehidupan. di umur gue yang masih kecil saat itu, gue udah ngerasain bagian kecil dari pahitnya hidupuntuk saat itu: di khianatin sahabat sendiri. waktu itu gue melankolis banget, dan imajinatif. terkadang gue berfikir terlalu berat buat diri gue sendiri. dan masalah masalah seperti itu, gapernah gue beritaukan ke orang siapapun itu. selalu gue pendem sendiri. dan gue selalu cepat banget maafin orang yang udah ngekhianatin gue tadi, sekalipun gue tau dia tipe seperti apa dan gue tahu dia bakal ngelakuin hal yang sama. gue sering terlalu gak tegaan sama orang, yang gak pernah gak tega sama gue. bahkan gue selalu tega sama diri gue sendiri. mulai ke tahun ke 5 gue jadi murid sekolah dasar, temen temen gue sedang dalam masa 'puber'. saat itu saat dimana temen temen gue udah ngerti sama masalah cinta cintaan, dimana gue saat itu masih mikir gimana caranya biar bisa jajan jajanan pasar yang biasa dibeli anak sd dimana dulu (dan sampe sekarang) mama paling protektif sama yang namanya jajanan semua anaknya. mereka mikirin tentang temen sekelas gue yang ganteng dimana gue masih mikirin tentang permainan yang bisa kita lakuin saat itu. yah, saat itu mulai kerasa kalau jiwa gue masih ada pada jalurnya, dimana yang lain (menurut pendapat gue) terlalu cepat berkembang. ada satu kejadian lucu yang sampai sekarang masih menggelikan kalau gue inget inget. dulu pernah ada orang yang sempet suka sama gue, yang akhirnya gue jauhin karena gue masih gak ngerti apa itu suka sukaan. dan orangnya, bisa dibilang dia salah satu orang paling ganteng di sd gue dulu. entah gue naif, atau emang gue masih polos saat itu.
mulai masuk smp, barulah gue rasa itu saat saat puber gue. gue baru mulai ngerasain apa yang temen gue rasain waktu kelas 5 sd. saat itu lah gue baru ngerasain apa namanya sakit, yang gak keliatan sakitnya (ok, ini sok melankolis....). dan hal itu terus berlanjut sampe gue sekarang, kelas X sma:').
hidup itu kayak roller coaster, sebagian dibawah, sebagian kecil lainnya di atas. dan hidup itu pasti mengaharpkan sesuatu yang berkebalikan dengan apa yang dia punya. biasa nya, anak kecil ingin cepat dewasa, mereka ingin bisa cepat bebas tanpa kawalan orang dewasa. sementara orang dewasa biasanya ingin kembali ke masa kecil, dimana tertawa lepas adalah hal yang bisa dibagi kepada orang orang terdekatnya, saat tidak banyak hal yang mengganggu pikiran kita.
dalam hidup, sakit itu wajar, dan pasti ada. kayak waktu gue kecil, mungkin jiwa gue masih polos, masih bahagia tanpa banyak hal hal yang ngeganggu aktifitas, tapi fisik gue gak total. sekarang, semakin gue tambah dewasa, semakin berat sakit yang ada. bukan cuman fisik gue yang gak total, tapi juga jiwa gue yang gak total, terganggu dengan tugas yang ngerenggut waktu, tenaga juga pikiran gue, yang lama lama ngerengut fisik gue yang emang dari awal gak kuat kuat banget.
pelajarannya cuman satu. hidup, tanpa kesakitan itu gak masuk akal, omong kosong. tapi, kesakitan itulah yang membuat kita berkembang menuju lebih baik dari sebelumnya, membawa perubahan perubahan kecil dalam tubuh kita. sakit itu, seperti kata orang dulu, adalah tanda dari tumbuh dan berkembang. sakit adalah awal menuju kedewasaan.
sekian nostalgia kita hari ini.
intermezo malam hhari, oleh orang yang berusaha untuk bijak
Ariza Muthia.
ps: makasih hana! post hana sangat membangun. terus buat post post bijak itu ya!:')
tiara waktu kecil itu, tepatnya waktu gue masih bayi, bisa dibilang gue dulu sangat cengeng. dan gue merasa kalau gue dulu itu tipe tipe anak yang nyebelin, soalnyaa gak ada suatu hal pun yang gak bisa buat gue nangis. postur gue waktu itu kecil dan kurus banget akibat dulu gue sempet kena penyakit flek paru paru dan emang pencernaan gue yang gak bagus.
beranjak waktu gue umur dua setengah tahun. gue mulai berkembang jadi anak kecil yang masih cengeng, tapi seenggaknya dulu gue udah gak secengeng sebelumnya. mungkin karena gue anak paling kecil, ngeliat kakak gue mulai masuk tk tuh dulu suatu hal yang baru buat gue. karena gue dirumah sendirian, akhirnya mama nyoba masukin gue ke playgroup. dan percobaan itu gagal total. gue cuti (bahasanya sok iye) dari playgroup 2 bulan lamanya. yah walau setelah 2 bulan gue mulai bosen dan akhirnya mau masuk pg(singkatan dari playgroup) itu lagi, dan udah gak bolos walau kadang nguring kalau mau ditinggal mama ke kantor:'). waktu itu, gue, seiring berjalannya waktu, mulai berkembang jadi anak kecil yang cerewet. dan gue itu imajinatif, terlalu pemikir. gue bisa jadi orang yang terlalu logis untuk usia gue, tapi terkadang imajinasi gue mencapai tahap yang melebihi orang seumur gue. waktu gue umur 3 tahun dan masuk TK, gue malah ngerasa aneh. gue keliatan kayak anak yang bahagia kalau dirumah. sementara, waktu di tk, gue sejujurnya benar benar merasa di bully. teman gue selalu merasa seperti bos, dan dia terkadang iri sama apa yang gue punya, bahkan sekedar baju seragam baru. gue inget, dulu pas gue baru beli seragam baru, gue dijauhin sama dia dan temen temen satu tk karena seragam itu. pulangnya gue nangis dan minta biar besok gue pakai seragam gue yang lama seberapapun bututnya seragam itu.
saat gue masuk sd, jujur gue belum bisa baca. nulis mungkin gue udah bisa walau masih berantakan, tapi seenggaknya gue bisa. tapi gatau juga gimana, dalam waktu 3 bulan gue udah bisa baca. dulu, waktu gue masuk sd, gue selalu dianggep anak kecil, dalam maksud positif. waktu gue masuk kelas 3 sd, gue mulai ngerasain abstraknya kehidupan. di umur gue yang masih kecil saat itu, gue udah ngerasain bagian kecil dari pahitnya hidupuntuk saat itu: di khianatin sahabat sendiri. waktu itu gue melankolis banget, dan imajinatif. terkadang gue berfikir terlalu berat buat diri gue sendiri. dan masalah masalah seperti itu, gapernah gue beritaukan ke orang siapapun itu. selalu gue pendem sendiri. dan gue selalu cepat banget maafin orang yang udah ngekhianatin gue tadi, sekalipun gue tau dia tipe seperti apa dan gue tahu dia bakal ngelakuin hal yang sama. gue sering terlalu gak tegaan sama orang, yang gak pernah gak tega sama gue. bahkan gue selalu tega sama diri gue sendiri. mulai ke tahun ke 5 gue jadi murid sekolah dasar, temen temen gue sedang dalam masa 'puber'. saat itu saat dimana temen temen gue udah ngerti sama masalah cinta cintaan, dimana gue saat itu masih mikir gimana caranya biar bisa jajan jajanan pasar yang biasa dibeli anak sd dimana dulu (dan sampe sekarang) mama paling protektif sama yang namanya jajanan semua anaknya. mereka mikirin tentang temen sekelas gue yang ganteng dimana gue masih mikirin tentang permainan yang bisa kita lakuin saat itu. yah, saat itu mulai kerasa kalau jiwa gue masih ada pada jalurnya, dimana yang lain (menurut pendapat gue) terlalu cepat berkembang. ada satu kejadian lucu yang sampai sekarang masih menggelikan kalau gue inget inget. dulu pernah ada orang yang sempet suka sama gue, yang akhirnya gue jauhin karena gue masih gak ngerti apa itu suka sukaan. dan orangnya, bisa dibilang dia salah satu orang paling ganteng di sd gue dulu. entah gue naif, atau emang gue masih polos saat itu.
mulai masuk smp, barulah gue rasa itu saat saat puber gue. gue baru mulai ngerasain apa yang temen gue rasain waktu kelas 5 sd. saat itu lah gue baru ngerasain apa namanya sakit, yang gak keliatan sakitnya (ok, ini sok melankolis....). dan hal itu terus berlanjut sampe gue sekarang, kelas X sma:').
hidup itu kayak roller coaster, sebagian dibawah, sebagian kecil lainnya di atas. dan hidup itu pasti mengaharpkan sesuatu yang berkebalikan dengan apa yang dia punya. biasa nya, anak kecil ingin cepat dewasa, mereka ingin bisa cepat bebas tanpa kawalan orang dewasa. sementara orang dewasa biasanya ingin kembali ke masa kecil, dimana tertawa lepas adalah hal yang bisa dibagi kepada orang orang terdekatnya, saat tidak banyak hal yang mengganggu pikiran kita.
dalam hidup, sakit itu wajar, dan pasti ada. kayak waktu gue kecil, mungkin jiwa gue masih polos, masih bahagia tanpa banyak hal hal yang ngeganggu aktifitas, tapi fisik gue gak total. sekarang, semakin gue tambah dewasa, semakin berat sakit yang ada. bukan cuman fisik gue yang gak total, tapi juga jiwa gue yang gak total, terganggu dengan tugas yang ngerenggut waktu, tenaga juga pikiran gue, yang lama lama ngerengut fisik gue yang emang dari awal gak kuat kuat banget.
pelajarannya cuman satu. hidup, tanpa kesakitan itu gak masuk akal, omong kosong. tapi, kesakitan itulah yang membuat kita berkembang menuju lebih baik dari sebelumnya, membawa perubahan perubahan kecil dalam tubuh kita. sakit itu, seperti kata orang dulu, adalah tanda dari tumbuh dan berkembang. sakit adalah awal menuju kedewasaan.
sekian nostalgia kita hari ini.
intermezo malam hhari, oleh orang yang berusaha untuk bijak
Ariza Muthia.
ps: makasih hana! post hana sangat membangun. terus buat post post bijak itu ya!:')
Subscribe to:
Posts (Atom)